Pramono Anung terus menekankan komitmennya untuk menjaga roda perekonomian ibu kota tetap berputar kencang. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah memastikan ekonomi Jakarta tumbuh stabil di tengah ketidakpastian global. Langkah ini sangat krusial mengingat Jakarta merupakan pusat saraf ekonomi Indonesia.
Stabilitas ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas bagi Pramono. Hal ini berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan ketersediaan lapangan kerja. Oleh karena itu, ia menyiapkan serangkaian program taktis yang menyasar sektor riil dan digital secara bersamaan.
Memperkuat Sektor UMKM sebagai Pilar Utama
Salah satu cara agar ekonomi Jakarta tumbuh stabil adalah dengan memperdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pramono percaya bahwa UMKM adalah bantalan ekonomi yang paling tahan banting terhadap krisis.
Ia berencana memberikan akses permodalan yang lebih mudah bagi para pelaku usaha kecil. Selain itu, pendampingan pemasaran digital akan diperluas ke seluruh wilayah kecamatan. Dengan digitalisasi, produk lokal Jakarta dapat menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke mancanegara.
Optimalisasi Dana Hibah dan Pelatihan Kerja
Pemerintah akan mengalokasikan dana hibah secara tepat sasaran untuk inovasi produk. Selain itu, pelatihan keterampilan kerja bagi anak muda akan disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini. Hal ini bertujuan agar angka pengangguran menurun dan produktivitas warga meningkat secara signifikan.
Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Inflasi seringkali menjadi musuh utama pertumbuhan ekonomi. Pramono menyadari bahwa daya beli warga akan terganggu jika harga pangan melonjak tidak terkendali. Oleh karena itu, ia memperkuat peran BUMD pangan untuk melakukan intervensi pasar secara rutin.
Untuk menjaga agar ekonomi Jakarta tumbuh stabil, pasokan pangan dari daerah penghasil harus tetap lancar. Pramono berkomitmen menjalin kerja sama inter-regional yang lebih erat dengan provinsi tetangga. Skema ini memastikan stok beras, daging, dan sayuran selalu tersedia dalam jumlah yang aman.
“Stabilitas harga adalah kunci kesejahteraan. Jika perut kenyang dan harga terjangkau, masyarakat bisa lebih produktif dalam bekerja,” ujar Pramono dalam sebuah diskusi publik.
Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif
Di era modern, teknologi menjadi katalisator pertumbuhan yang luar biasa. Pramono mendorong transformasi Jakarta menjadi smart city yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif. Penyediaan akses internet gratis di ruang-ruang publik menjadi salah satu infrastruktur dasar yang ia prioritaskan.
Berikut adalah beberapa poin utama dalam pengembangan ekonomi kreatif:
-
Pembangunan pusat kreatif (creative hub) di setiap wilayah kota.
-
Pemberian insentif pajak bagi perusahaan rintisan (startup) lokal.
-
Penyelenggaraan festival seni dan budaya berskala internasional secara rutin.
Melalui langkah-langkah ini, talenta muda Jakarta memiliki wadah untuk berkarya sekaligus menghasilkan pendapatan. Sektor kreatif diprediksi akan menjadi mesin baru yang membuat ekonomi Jakarta tumbuh stabil di masa depan.
Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan
Infrastruktur tidak hanya soal jalan tol, tetapi juga transportasi publik yang terintegrasi. Pramono berencana melanjutkan perluasan rute MRT, LRT, dan TransJakarta hingga ke daerah penyangga. Transportasi yang efisien akan menurunkan biaya logistik dan menghemat waktu produktif warga.
Investasi pada infrastruktur hijau juga menjadi perhatian. Pembangunan taman kota dan sistem drainase modern akan mencegah banjir yang sering merugikan sektor bisnis. Dengan lingkungan yang aman dan nyaman, para investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Jakarta.
Mendorong Investasi Asing dan Domestik
Selain pembangunan fisik, kemudahan perizinan menjadi magnet bagi para investor. Pramono menjamin proses birokrasi yang transparan dan cepat melalui sistem satu pintu. Ketika investasi masuk, lapangan kerja baru tercipta, dan konsumsi rumah tangga pun meningkat.
Kolaborasi untuk Jakarta Maju
Upaya memastikan ekonomi Jakarta tumbuh stabil membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat luas harus bersinergi. Pramono optimis bahwa dengan kebijakan yang tepat sasaran, Jakarta akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang tangguh.
Pembangunan yang inklusif adalah visi besarnya. Ia ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kalangan atas, tetapi juga dirasakan oleh warga di gang-gang sempit Jakarta.
