Home / Berita

Unisba Siapkan Reaktor Plasma Dingin Atasi Sampah di Kawasan Arcamanik

Unisba Siapkan Reaktor Plasma Dingin Atasi Sampah di Kawasan Arcamanik
Reaktor Plasma Dingin Unisba

Reaktor Plasma Dingin Unisba kini menjadi harapan baru bagi warga Kota Bandung, khususnya di wilayah Arcamanik. Universitas Islam Bandung (Unisba) terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna. Inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan penumpukan sampah yang kian mengkhawatirkan di tingkat kewilayahan.

Melalui tim peneliti dari Fakultas Teknik, Unisba memperkenalkan teknologi pengolahan sampah tanpa pembakaran konvensional. Teknologi ini tidak hanya efisien, tetapi juga diklaim sangat ramah lingkungan bagi pemukiman padat penduduk.

Apa Itu Teknologi Reaktor Plasma Dingin Unisba?

Secara sederhana, reaktor plasma dingin Unisba adalah perangkat yang menggunakan prinsip ionisasi gas untuk menghancurkan molekul sampah. Berbeda dengan insinerator biasa yang menghasilkan asap hitam, teknologi plasma bekerja pada suhu tertentu untuk mengubah material sampah menjadi residu yang aman.

Selain itu, proses ini tidak menghasilkan dioksin atau gas beracun yang berbahaya bagi pernapasan. Oleh karena itu, pemasangan reaktor ini di kawasan Arcamanik dinilai sangat tepat karena lokasinya yang berdampingan dengan perumahan warga.

Keunggulan Utama Reaktor Plasma

Ada beberapa alasan mengapa teknologi ini unggul dalam menangani limbah rumah tangga:

Mengapa Kawasan Arcamanik Menjadi Prioritas?

Kawasan Arcamanik dipilih sebagai lokasi implementasi karena volume sampah harian yang cukup besar. Selama ini, sistem pengangkutan sampah masih bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kapasitasnya mulai terbatas.

Dengan kehadiran reaktor plasma dingin Unisba, sampah diharapkan selesai di tingkat hulu atau kecamatan. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu truk sampah datang setiap hari karena pengolahan sudah bisa dilakukan secara mandiri di lingkungan sekitar.

Selain itu, program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah. Unisba memberikan pendampingan teknis, sementara perangkat kewilayahan menyiapkan infrastruktur pendukungnya.

Cara Kerja Reaktor dalam Mengolah Limbah

Implementasi teknologi ini melibatkan beberapa tahapan penting agar hasilnya maksimal. Pertama, sampah akan dipilah antara organik dan anorganik. Meskipun reaktor ini mampu mengolah berbagai jenis limbah, pemilahan tetap diperlukan untuk menjaga usia pakai mesin.

Kedua, sampah dimasukkan ke dalam ruang reaktor. Di dalam sana, energi listrik digunakan untuk menciptakan kondisi plasma yang akan memecah rantai kimia sampah. Akhirnya, sampah yang tadinya menggunung akan menyusut drastis hingga menyisakan abu dalam jumlah sedikit.

“Teknologi ini adalah solusi konkret bagi masalah darurat sampah di perkotaan. Kami ingin memastikan warga Arcamanik mendapatkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar salah satu perwakilan tim peneliti Unisba.

Langkah Menuju Bandung Bebas Sampah

Keberhasilan proyek reaktor plasma dingin Unisba di Arcamanik akan menjadi cetak biru bagi wilayah lain. Pemerintah Kota Bandung pun menyambut baik inovasi ini sebagai bagian dari program Zero Waste City.

Namun, keberhasilan ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari kesadaran masyarakat. Warga diharapkan tetap menjalankan pola hidup minim sampah agar beban kerja reaktor tetap terjaga secara berkelanjutan.

Dengan adanya kolaborasi yang kuat, masalah sampah yang selama ini menjadi momok bagi warga Bandung bisa teratasi. Inovasi dari Unisba ini membuktikan bahwa teknologi tinggi bisa diaplikasikan langsung untuk kesejahteraan masyarakat kecil.

Berita Terbaru