Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali tahun dengan kabar positif bagi para investor saham di tanah air. Hingga pertengahan Januari 2026, BEI kantongi 7 calon emiten di pipeline IPO 2026 yang siap meramaikan lantai bursa. Kabar ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas pasar modal Indonesia tetap bergairah di tengah dinamika ekonomi global.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa daftar antrean ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan skala aset yang signifikan. Hal ini tentu menarik perhatian pasar karena kehadiran emiten besar biasanya diikuti oleh likuiditas yang tinggi. Selain perusahaan swasta, terdapat pula indikasi adanya keterlibatan entitas konglomerasi dalam daftar tersebut.
Rincian Aset Calon Emiten dalam Pipeline IPO 2026
Berdasarkan klasifikasi aset, mayoritas perusahaan yang mengantre masuk dalam kategori perusahaan besar. Hal ini memberikan optimisme bagi pendalaman pasar modal Indonesia. Berikut adalah rincian skala aset dari tujuh calon emiten tersebut:
-
Aset Skala Besar: 5 perusahaan dengan total aset di atas Rp 250 miliar.
-
Aset Skala Menengah: 1 perusahaan dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
-
Aset Skala Kecil: 1 perusahaan dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
Dengan dominasi perusahaan beraset jumbo, investor berharap munculnya saham-saham “Lighthouse” yang dapat menjadi penggerak indeks. Perusahaan besar umumnya memiliki tata kelola yang lebih matang dan prospek bisnis yang lebih stabil. Oleh karena itu, antrean ini sangat dinantikan oleh pelaku pasar.
Diversifikasi Sektor dalam Daftar Pipeline
Menariknya, BEI kantongi 7 calon emiten di pipeline IPO 2026 dari berbagai macam sektor industri. Diversifikasi ini menunjukkan bahwa minat untuk menghimpun dana melalui pasar modal tidak hanya terbatas pada satu bidang saja.
Adapun rincian sektor dari calon emiten tersebut adalah:
-
Sektor Finansial: 2 perusahaan.
-
Sektor Basic Materials: 1 perusahaan.
-
Sektor Energi: 1 perusahaan.
-
Sektor Industri: 1 perusahaan.
-
Sektor Teknologi: 1 perusahaan.
-
Sektor Transportasi dan Logistik: 1 perusahaan.
Munculnya sektor teknologi dan energi menunjukkan tren adaptasi terhadap ekonomi baru dan kebutuhan transisi energi. Sementara itu, sektor finansial tetap menjadi primadona karena fundamentalnya yang krusial bagi perekonomian nasional.
Target Ambisius BEI Sepanjang Tahun 2026
Bursa Efek Indonesia tidak hanya fokus pada tujuh perusahaan pertama ini saja. Secara keseluruhan, BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat melantai di bursa sepanjang tahun 2026. Target ini mencakup setidaknya 6 perusahaan kategori lighthouse yang memiliki kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun.
Selain itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengonfirmasi bahwa terdapat minimal satu perusahaan konglomerasi besar yang akan segera menyusul. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang ditargetkan mencapai Rp 14,5 triliun pada tahun ini.
Strategi Investor Menghadapi IPO 2026
Bagi investor, memantau pipeline IPO adalah langkah awal untuk menyusun strategi investasi. Anda perlu memperhatikan prospektus masing-masing perusahaan saat masa bookbuilding dimulai. Pasalnya, kondisi pasar di awal 2026 ini sangat bergantung pada kualitas emiten dan sentimen suku bunga global.
Pastikan Anda melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk memesan saham perdana. Evaluasi kinerja keuangan, penggunaan dana IPO, serta siapa yang bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter). Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari momentum pasar modal tahun ini.
