Tag: Bitcoin

Ekonomi

Harga Bitcoin Tertekan ke Bawah 70.000 Dollar AS, Pasar Kripto Masih Volatil

Ekonomi | Rabu, 11 Feb 2026 - 13.58 WIB

Pasar aset digital kembali menghadapi tantangan besar setelah harga Bitcoin tertekan ke bawah level psikologis 70.000 dollar AS. Meskipun sempat menunjukkan tren penguatan yang signifikan, Bitcoin kini harus berjuang melawan tekanan jual yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat volatil dan rentan terhadap perubahan sentimen global yang mendadak. Mengapa Harga Bitcoin Tertekan Saat Ini? Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan posisi Bitcoin melorot dari level tertingginya. Pertama, ketidakpastian kebijakan ekonomi di Amerika Serikat membuat investor cenderung lebih berhati-hati. Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) oleh para whale atau pemilik aset besar turut memicu penurunan harga secara drastis. Selain faktor eksternal, kondisi teknis di pasar juga memengaruhi pergerakan ini. Banyak trader yang memasang posisi long terpaksa melakukan likuidasi saat harga mulai menyentuh angka di bawah 70.000 dollar AS. Oleh karena itu, tekanan jual menjadi semakin masif dalam waktu yang relatif singkat. Dampak Volatilitas Pasar Kripto bagi Investor Ketika harga Bitcoin tertekan, aset kripto lainnya atau altcoins biasanya mengikuti jejak yang sama. Volatilitas yang tinggi ini menjadi pedang bermata dua bagi para pelaku pasar. Di satu sisi, penurunan harga menawarkan peluang beli bagi investor jangka panjang. Namun, di sisi lain, risiko kerugian modal menjadi sangat nyata bagi trader harian. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pasar sedang volatil: Manajemen Risiko: Jangan menginvestasikan uang yang tidak siap Anda tanggung kerugiannya. Diversifikasi Portofolio: Jangan terpaku hanya pada satu jenis aset kripto saja. Pantau Berita Ekonomi: Kebijakan suku bunga seringkali berdampak langsung pada harga Bitcoin. Proyeksi Bitcoin di Masa Depan Meskipun saat ini harga Bitcoin tertekan, banyak analis tetap optimis terhadap prospek jangka panjangnya. Bitcoin seringkali dianggap sebagai "emas digital" yang memiliki suplai terbatas. Namun, dalam jangka pendek, fluktuasi harga diperkirakan masih akan terus terjadi hingga pasar menemukan titik keseimbangan baru. Selain itu, adopsi institusional yang terus tumbuh bisa menjadi katalis positif. Jika perusahaan besar mulai kembali melakukan akumulasi, Bitcoin berpotensi menembus kembali level 70.000 dollar AS. Namun, investor tetap harus waspada terhadap sentimen negatif yang mungkin muncul dari sisi regulasi pemerintah. Penurunan harga ke bawah 70.000 dollar AS mengingatkan kita bahwa investasi kripto memerlukan mentalitas yang kuat. Saat harga Bitcoin tertekan, penting bagi investor untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan atau Fear of Missing Out (FOMO). Tetap lakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan finansial apa pun di pasar yang volatil ini.

Harga Bitcoin Tertekan

Ekonomi

Bitcoin Turun di Bawah Level Kunci Akibat Tekanan Jual Masif Pasar Kripto

Ekonomi | Minggu, 25 Jan 2026 - 03.26 WIB

Dunia keuangan digital sedang mengalami guncangan hebat dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Aset kripto paling populer di dunia, Bitcoin, secara mengejutkan merosot hingga menembus ke bawah level psikologis pentingnya. Penurunan ini memicu gelombang kekhawatiran di kalangan investor ritel maupun institusional yang selama ini mengandalkan stabilitas harga di area tersebut. Pasar kripto global saat ini sedang menunjukkan tanda-tanda tekanan jual yang sangat kuat dan masif. Pergerakan harga yang sangat volatil ini tidak hanya menimpa Bitcoin, tetapi juga menyeret sebagian besar aset digital lainnya ke zona merah. Grafik perdagangan di berbagai bursa utama menunjukkan dominasi warna merah yang pekat, menandakan aksi lepas aset secara besar-besaran oleh para trader. Volume perdagangan melonjak tajam saat para pemegang aset berbondong-bondong mengamankan posisi mereka dari kerugian yang lebih dalam. Level penting yang tertembus tersebut sebelumnya dianggap sebagai tembok pertahanan terakhir bagi tren kenaikan harga. Ketika harga Bitcoin terperosok ke bawah angka tersebut, mekanisme otomatis seperti "stop loss" di berbagai platform trading langsung terpicu secara berantai. Hal inilah yang mempercepat laju penurunan harga dalam waktu yang sangat singkat. Fenomena ini sering disebut oleh para ahli sebagai likuidasi massal yang menciptakan efek domino di seluruh ekosistem keuangan terdesentralisasi. Pasar seolah-olah sedang kehilangan pijakan setelah berminggu-minggu mencoba bertahan di area konsolidasi. Para pelaku pasar kini sedang memantau dengan saksama apakah Bitcoin mampu melakukan rebound atau justru akan mencari level dukungan baru yang lebih rendah. Tekanan jual yang kuat ini mencerminkan adanya perubahan sentimen yang drastis di kalangan investor global. Ketidakpastian ekonomi makro seringkali dituding sebagai dalang di balik beralihnya minat investor dari aset berisiko tinggi seperti mata uang kripto. Bitcoin tetap menjadi barometer utama bagi kesehatan pasar mata uang digital secara keseluruhan. Jika koin nomor satu ini terus mengalami koreksi, biasanya aset-aset alternatif atau altcoins akan mengalami penurunan yang jauh lebih persentase-nya. Data terbaru menunjukkan bahwa likuidasi posisi "long" mencapai angka yang cukup fantastis dalam hitungan jam saja. Para spekulan yang menggunakan leverage tinggi menjadi kelompok yang paling terdampak dalam badai pasar kali ini. Investor kini dipaksa untuk mengevaluasi kembali strategi jangka panjang mereka di tengah kondisi yang tidak menentu ini. Kepanikan seringkali menjadi pemicu utama di balik tekanan jual yang tidak terkendali di lantai bursa kripto. Di media sosial, diskusi mengenai masa depan aset digital ini kembali memanas dengan berbagai prediksi yang saling bertolak belakang. Sebagian orang melihat ini sebagai peluang beli di harga diskon, sementara yang lain merasa ini adalah awal dari "crypto winter" yang lebih panjang. Aksi jual masif ini terjadi di tengah volume transaksi yang sangat padat di berbagai platform exchange internasional. Infrastruktur perdagangan beberapa bursa bahkan sempat dilaporkan mengalami kelambatan karena saking tingginya lalu lintas data transaksi. Kecepatan jatuhnya harga membuat banyak investor tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan mitigasi risiko secara manual. Dalam sekejap, kapitalisasi pasar kripto global menyusut hingga miliaran dolar Amerika Serikat. Dinamika pasar dalam satu hari terakhir ini menjadi bukti nyata betapa tingginya profil risiko dalam investasi aset digital. Bitcoin yang selama ini dianggap sebagai "emas digital" ternyata tidak luput dari koreksi tajam saat pasar global sedang tidak stabil. Meskipun ada upaya untuk mempertahankan harga di atas level kunci, kekuatan para penjual ternyata jauh lebih mendominasi di lapangan. Kurangnya katalis positif baru membuat para pembeli enggan untuk masuk dan menahan laju penurunan. Tekanan jual yang kuat ini kemungkinan besar dipicu oleh kombinasi faktor teknis dan berita fundamental yang kurang menguntungkan. Beberapa analis menyebutkan adanya perpindahan aset dari dompet-dompet besar atau "whale" ke bursa yang biasanya menandakan persiapan untuk menjual. Transaksi berskala besar tersebut langsung direspons oleh algoritma perdagangan otomatis yang menambah tekanan pada sisi penawaran. Akibatnya, harga tertekan ke bawah tanpa perlawanan yang berarti dari sisi permintaan. Saat ini, mata semua orang tertuju pada grafik per jam untuk melihat tanda-tanda kejenuhan jual di pasar. Jika Bitcoin gagal kembali ke atas level penting tersebut dalam waktu dekat, ada risiko bahwa tren penurunan ini akan mengonfirmasi pola pembalikan arah jangka menengah. Komunitas kripto kini sedang menunggu pernyataan dari para tokoh industri atau perkembangan regulasi yang mungkin bisa menenangkan keadaan. Namun, untuk saat ini, kehati-hatian adalah hal yang paling ditekankan oleh para konsultan keuangan. Dunia kripto memang tidak pernah sepi dari drama fluktuasi harga yang ekstrem seperti yang terjadi hari ini. Bagi mereka yang sudah lama berkecimpung di industri ini, penurunan di bawah level kunci adalah bagian dari siklus pasar yang biasa terjadi. Namun bagi pendatang baru, guncangan dalam 24 jam terakhir ini bisa menjadi pengalaman yang cukup menyakitkan bagi portofolio mereka. Ketangguhan mental para investor benar-benar sedang diuji oleh pergerakan pasar yang liar ini. Pasar global secara keseluruhan memang sedang dalam kondisi waspada terhadap aset-aset dengan volatilitas tinggi. Aksi jual ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari penyesuaian besar-besaran terhadap risiko di pasar keuangan secara luas. Selama tekanan jual tetap kuat, pemulihan harga yang cepat mungkin sulit untuk diwujudkan dalam beberapa hari mendatang. Fokus utama sekarang adalah mencari titik terendah yang solid di mana harga bisa mulai membangun basis baru untuk naik kembali. Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan masih memiliki jalan panjang untuk kembali ke jalur pertumbuhan yang stabil. Pencapaian level-level penting sebelumnya kini menjadi target resistensi yang cukup berat untuk ditembus kembali di masa depan. Kita akan melihat bagaimana respons pasar di sesi perdagangan berikutnya untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Kejadian dalam 24 jam terakhir ini akan tercatat sebagai salah satu momen penuh tekanan di pasar kripto tahun 2026.

Bitcoin Turun di Bawah Level Kunci Akibat Tekanan Jual Masif Pasar Kripto