Tag: Tangerang

Berita

1.387 Hektare Sawah di Tangerang Terendam Banjir, 194,5 Hektare Gagal Panen

Berita | Kamis, 29 Jan 2026 - 03.52 WIB

Sektor pertanian di Provinsi Banten sedang menghadapi tantangan besar akibat cuaca ekstrem. Berdasarkan data terbaru, sekitar 1.387 hektare sawah di Tangerang terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Fenomena ini memicu kekhawatiran serius di kalangan petani terkait stabilitas stok pangan daerah. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa luapan air sungai tidak hanya menggenangi lahan. Banjir tersebut juga merusak struktur tanaman yang baru saja memasuki masa tanam. Oleh karena itu, pemerintah daerah kini tengah melakukan pendataan intensif untuk memetakan total kerugian yang dialami sektor agraris. Dampak Banjir Terhadap Ketahanan Pangan Lokal Luasnya lahan sawah di Tangerang terendam banjir tentu berdampak langsung pada produktivitas padi. Air yang menggenang dalam waktu lama menyebabkan akar tanaman membusuk. Akibatnya, tanaman padi tidak dapat tumbuh maksimal bahkan mati sebelum masa panen tiba. Selain merusak tanaman, banjir ini juga membawa tumpukan lumpur ke area persawahan. Hal ini menyulitkan petani untuk segera melakukan penanaman ulang. Selain itu, biaya operasional yang sudah dikeluarkan oleh petani kini terancam hilang begitu saja tanpa ada pemasukan. Rincian Lahan yang Mengalami Gagal Panen (Puso) Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, tingkat kerusakan lahan sangat bervariasi. Namun, angka yang paling mengejutkan adalah luas lahan yang sudah dipastikan gagal panen. Berikut adalah rincian datanya: Total lahan terdampak: 1.387 hektare. Lahan gagal panen (Puso): 194,5 hektare. Wilayah terdampak paling parah: Kecamatan Tigaraksa, Pakuhaji, dan Jayanti. Pemerintah menjelaskan bahwa angka 194,5 hektare tersebut dikategorikan sebagai puso karena tingkat kerusakan mencapai lebih dari 75%. Sementara itu, sisa lahan lainnya masih dalam tahap pemantauan untuk melihat potensi pemulihan setelah air surut. Langkah Penanganan dari Pemerintah Daerah Menanggapi bencana ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak tinggal diam. Mereka segera berupaya memberikan bantuan teknis kepada para petani yang terdampak. Misalnya, penyediaan mesin pompa air untuk menyedot genangan di lahan yang masih memiliki harapan hidup. Selain bantuan alat, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian benih gratis. Bantuan ini bertujuan agar petani bisa segera melakukan tanam ulang tanpa terbebani biaya bibit yang mahal. Namun, tantangan utamanya adalah cuaca yang masih belum menentu hingga saat ini. Upaya Mitigasi Jangka Panjang Selain memberikan bantuan darurat, langkah mitigasi jangka panjang juga sangat diperlukan. Masalah sawah di Tangerang terendam banjir merupakan masalah tahunan yang membutuhkan solusi struktural. Beberapa langkah yang direncanakan meliputi: Normalisasi saluran irigasi: Memastikan aliran air lancar dan tidak tersumbat sampah. Pembangunan tanggul: Melindungi area persawahan dari luapan sungai besar di sekitarnya. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Mendorong petani untuk ikut serta dalam program asuransi agar kerugian finansial dapat teratasi. Dengan adanya asuransi, petani yang mengalami puso tidak akan kehilangan modal secara total. Oleh sebab itu, edukasi mengenai pentingnya asuransi tani kini terus digencarkan oleh penyuluh lapangan di setiap desa. Bencana banjir yang merendam 1.387 hektare sawah di Tangerang adalah peringatan bagi kita semua tentang dampak perubahan iklim. Kerugian akibat 194,5 hektare lahan yang gagal panen harus segera ditangani agar tidak mengganggu pasokan beras nasional. Sinergi antara pemerintah dan petani sangat krusial agar sektor pertanian tetap tangguh menghadapi tantangan cuaca.

Sawah di Tangerang Terendam Banjir

Berita

Banjir Periuk Tangerang Mulai Surut, Ketinggian Air Terdalam 1,5 Meter

Berita | Rabu, 28 Jan 2026 - 03.03 WIB

Kabar baik datang bagi warga Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Kondisi banjir Periuk Tangerang dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan pada Selasa pagi. Meskipun demikian, petugas di lapangan mencatat bahwa ketinggian air di titik-titik terdalam masih mencapai angka 1,5 meter. Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai memantau kondisi rumah mereka masing-masing. Pemerintah Kota Tangerang bersama BPBD terus berupaya mempercepat proses pengeringan air dengan memaksimalkan pompa-pompa pembuangan di sekitar pemukiman. Update Kondisi Terkini Banjir Periuk Tangerang Hingga hari ini, penurunan permukaan air terlihat cukup konsisten di beberapa rukun warga (RW). Namun, akses jalan utama masih terhambat karena genangan yang cukup tinggi. Selain itu, lumpur sisa banjir mulai menumpuk di area yang sudah kering. Berdasarkan data dari BPBD Kota Tangerang, wilayah yang paling terdampak adalah Perumahan Garden City dan wilayah sekitarnya. Di lokasi ini, penyusutan air berlangsung lebih lambat dibandingkan titik lainnya. Oleh karena itu, petugas tetap mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Upaya Penanganan dan Optimalisasi Pompa Air Pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menangani banjir Periuk Tangerang ini. Dinas PUPR telah mengerahkan belasan pompa portabel untuk membantu pompa stasioner yang sudah bekerja 24 jam penuh. Berikut adalah beberapa langkah penanganan yang sedang berjalan: Pengaktifan Pompa: Seluruh mesin pompa di pintu air dipastikan berfungsi optimal. Pembersihan Saluran: Petugas mulai mengangkut sampah yang menyumbat drainase. Distribusi Bantuan: Logistik dan bantuan medis tetap disiagakan di posko pengungsian. Evakuasi Lanjutan: Petugas masih menyisir area terdalam menggunakan perahu karet untuk memastikan keselamatan warga. Kendala di Lapangan Selama Proses Penyurutan Walaupun air mulai surut, petugas menghadapi beberapa kendala teknis. Salah satunya adalah tumpukan sampah domestik yang terbawa arus dan menghambat kerja mesin pompa. Selain itu, kontur tanah yang cekung di beberapa titik membuat air terjebak lebih lama. Pihak PLN juga masih memadamkan aliran listrik di beberapa blok demi keamanan warga. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko korsleting listrik yang dapat membahayakan nyawa saat warga mulai kembali ke rumah. Tips Bagi Warga Saat Banjir Mulai Surut Bagi Anda yang terdampak banjir Periuk Tangerang, ada baiknya memperhatikan beberapa hal penting saat kembali ke rumah. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama meskipun air sudah tidak setinggi sebelumnya. Cek Instalasi Listrik: Pastikan stop kontak dan kabel dalam kondisi kering sebelum menyalakan listrik. Gunakan Alat Pelindung: Pakailah sepatu boots dan sarung tangan saat membersihkan lumpur untuk menghindari bakteri. Waspada Hewan Liar: Perhatikan celah-celah rumah, karena seringkali ular atau kalajengking bersembunyi di sisa banjir. Sterilisasi Area: Gunakan cairan disinfektan untuk membersihkan lantai guna membunuh kuman penyakit. Harapan Warga Terkait Penanggulangan Banjir Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan proyek tanggul permanen di wilayah Periuk. Hal ini dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling efektif. Tanpa sistem drainase yang mumpuni, wilayah ini akan selalu menjadi langganan genangan saat musim penghujan tiba. Pemerintah Kota Tangerang sendiri telah merencanakan normalisasi kali dan penambahan tandon air di masa mendatang. Akhirnya, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama agar musibah ini tidak terus berulang.

Banjir Periuk Tangerang